Kamis, 27 November 2008

JERITAN NEGRIKU (Sri Rezeqi Dwi H)

Persoalan ekonomi yang semakin hari semakin menekan masyarakat kita terutama masyarakat menengah kebawah menimbulkan dampak psikologis yang luar biasa. Sudah tercatat dalam beberapa bulan terjadi banyak kasus pembunuhan, bunuh diri yang berlatar belakan persoalan ekonomi.tingkat stress yang tinggi menyebabkan mereka berfikir pendek dalam menyelesaikan persoalan hidup. lantas sampai kapan persoalan ekonomi menjadi penyebab meningkatnya stress pada masyarakat kita?

Mungkin pertanyaan diatas pernah ada atau bahkan sedang terlintas dalam otak kita dan kita sama-sama belum tahu jawabannya. sungguh tragis jika berkurangnya penduduk negri ini disebabkan karena bunuk diri dan busung lapar. seharusnya ini dijadikan sebagai tamparan keras dan koreksi bagi pemerintah kita, mengapa ini bisa terjadi padahal dunia mengenal Indonesia sebagai negri yang melimpah akan hasil buminya, subur dan kaya raya.

Setiap 5tahun sekali rakyat negri ini mempercayakan kelangsungan hidupnya pada pemimpin-pemimpin yang berkuasa dinegri ini. mereka selalu berharap paling tidak selalu ada perubahan positif untuk kehidupan mereka. rakyat bisa hidup lebih layak dan terjamin, tidak ada busung lapar dan kasus bunuh diri lagi. rakyat juga berharap kebijakan yang akan dibuat pemerintah selalu berpihak pada mereka seperti janji-janji yang sering mereka umbar pada saat kampanye, namun pada kenyataannya rakyat miskin semakin miskin karena kebijakan yang dibuat tidak jelas dan banyak merugikan.

Pengendalian perekonomian yang tidak stabil membuat saya atau bahkan masyarakat bertanya sejauh mana peran menrti perekonomian dan mentri kesejahteraan rakyat?kalau ternyata persoalan "perut lapar" masyarakat negri ini semakin hari semakin meningkat. kenapa masyarakat harus diombang-ambing oleh kebijakan-kebijakan pemerintah yang saya yakin orang-orang miskinpun tidak pernah tau dan bahkan tidak perduli, yang mereka tau cuma bagaimana hari ini mereka bisa dapat sesuap nasi untuk kelangsungan hidupnya.

Coba bapak-bapak dengar jeritan-jeritan rakyat anda akibat kebijakan konversi minyak tanah ke gas,apa hasilnya..sudahkah perekonomian terkendali? tentu saja belum karena rakyat semakin menjerit, mereka tercekik karena himpitan ekonomi dan mereka menangis karena kelaparan. lantas siapa yang bisa menghapus air mata mereka?

Ini akan menjadi PR besar buat pemerintah negri ini, apa yang harus dilakukan untuk meng hentikan jeritan-jeritan rakyatnya, menyeka air matanya yang terlanjur terkuras karena menahan rasa lapar. memang benar rakyat negri ini masih banyak yang bodoh karena banyak yang tidak mengenyam pendidikan, tapi jangan sekali-kali membodohi mereka karena rakyat negri ini punya kekuatan besar untuk melawan kesewenang-wenangan.
Ingatlah....

JERITAN NEGRIKU

PEREMPUAN(oleh:Sri Rezeqi Dwi H)

Tanggal 8 maret adalah hari yang seharusnya sangat istimewa bagi perempuan-perempuan di dunia ini,karena tanggal ini dijagdikan sebagai hari perempuan internasional. Kita sebagai perempuan seharusnya berbangga hati karena kita mempunyai banyak keistimewaan, kita mendapat pengakuan tentang eksistensi perempuan disegala hal walaupun belum 100%.terbukti dengan lahirnya hari ibu dan hari perempuan internasional.

Namun dalam kenyataannya apakah perempuan benar-benar merupakan sosok yang istimewa,seberapa pantasaskah perempuan didunia ini harus diistimewakan dan dihargai?mungkin dari goresan-goresan tinta ini semua perempuan boleh bilang kalau "KITA MEMANG ISTIMEWA".

Kita semua tidak bisa pungkiri bahwa didunia ini kalau tidak ada perempuan sudah pasti akan goyah dan rapuh, karena perempuan adalah sebagai penyeimbang dalam kehidupan manusia. Perempuan punya sesuatu yang tidak akan pernah dimiliki kaum adam, perempuan punya rahim sehingga bisa mengandung dan melahirkan, bisa memberi asi, punya hati yang lembut, ketegaran hati dan bisa ganas seperti harimau ketika ada musuh.

Namun sungguh disayangkan,masih ada saja orang-orang yang tidak bisa menghargai seorang perempuan. Banyak pemerkosaan, KDRT, eksploitasi perempuan dan bagi kaum kapitalis perempuan merupakan tambang emas buat mereka. Melihat kenyataan yang seperti ini apakah perempuan-perempuan didunia ini hanya bisa diam, menangis dan pasrah atau hanya tunduk dibawah kaki-kaki kaum kapitalis?

Sudah pasti jawabannya TIDAK, tau kenapa? karena semua perempuan-perempuan yang menjadi korban pemerkosaan dan KDRT mulai berani menuntut keadilan dimata hukum dan bagi kaum-kaum kapitalis berhati-hatilah tidak semua perempuan didunia ini silau dengan barang-barang mewah,dan jangan harap perempuan akan diam ketita ada ketidak adilan.buruh-buruh perempuan kini berani demonstrasi ketika banyak kebijakan-kebijakan tidak populis yang dibuat oleh perusahaan, mereka berani maju kedepan untuk menuntut kestabilan bahan pokok dan masih banyak lagi yang lainnya.

Perempuan memang sosok manusia yang lembut dengan segala keistimewaannya, namun di balik itu semua perempuan merupakan sosok manusia yang tegar dan berani dalam menghadapi segala persoalan hidup. Banyak perempuan yang menjadi seorang pemimpin yang tegas dan berwibawanamun ketika dia kembali kerumah dia masih mampu menjalankan perannya sebagai seorang isrti dan ibu bagi anak-anaknya.

Sudah sepantasnya perempuan mendapat keistimewaan, dan bagi perempuan didunia ini kita harus tunjukkan pada dunia kalau kita bukan kaum yang lemah, kita mampu dan berani teriakkan LAWAN untuk ketidak adilan.

Semoga dengan adanya hari perempuan internasional dan hari ibu bisa menjadi kekuatan dan sebagai tonggak perlawanan perempuan terhadap ketidak adilan dan perempuan-perempuan didunia ini harus mulai merapatkan barisan, atur strategi untuk menghancurkan imperialisme.

Sabtu, 22 November 2008

Suara Rakyat

Lawan Penindasan!
Lawan Kemunafikkan!
Lawan ketidak adilan!
Hancurkan penghianat-penghianat rakyat!
Hancurkan kesewenang-wenangan!

Dengar....
Coba dengar sura-suara lantang itu...
Apa...apa yang kau rasakan?
Coba katakan, apa yang kau rasakan?

"Hatiku..."
Ada apa dengan hatimu?
"Hatiku bergetar"
"Darahku mengalir deras...deras sekali,
"Jantungku berdetak sangat kncang"
"suara itu...."
"Teriakkan itu..."
"Benarkah iotu suara rakyatku?"
"Benarkah itu teriakkan rakyatku?"

Hey...penguasa kau sudah dengar suara itu?
Kau sudah dengar teriakkan itu?
Kau sudah benar-benar dengarkan itu?

ya...kini rakyatmu telah bangkit.
Kami telah sadar kalau tidak ada yang berhak merampas keadilan dari tangan mereka.

Ingat!!!
Jangan kau coba-coba jadi penghianat rakyat.
karna kini kami punya senjata, yaitu kata LAWAN!

Lawan atas penghianatan!
Lawan atas ketidak adilan!
Lawan atas kesewenang-wenangan!

Gerakan Mahasiswa Revolusioner

Pada tahun 1968 seorang marxist dari belgia yang bernama Ernest Mandel berbicara didepan 33 perguruan tinggi di SA dan kanada, dari harvard ke berkley dan dari montreal ke vancouver. lebih dari 600 orang memadati Education Auditorium di New York University pada tanggal 21 september 1968 untuk menghadiri "Majelis Internasional Gerakan Mahasiswa Revolusioner". Presentasi mandel ditempat itu dipandang sebagai kejadian yang sangat menonjol oleh majelis dan sebagai salah satu saat yang penting dari seluruh perjalanannya. Salah satu kutipan pidatonya mengenai peran mahasiswa dalam masyarakat.
Pidato yang diberikan mandel pada saat seminar ilmu dan kesejahteraan yang diadakan di universitas leiden negri belanda pada tahun 1970 ketika sedang dilakukan perayaan 70 tahun Universitas tersebut. mandel berpendapat bahwa kebutuhan kapitalisme saat ini akan tenaga kerja yang terlatih dalam jumlah besar merangsang ekspansi universitas yang cepat dan menghasilkan"ploretariansi" tenaga intelektual yang tunduk kepada tuntutan-tuntutan kapitalis dan tidak berhubungan dengan bakat perorangan atau kebutuhan manusia.
Makin tersainginya tenaga intelektual ini sedikit banyak menggerakkan perlawanan mahasiswa yang walaupun tidak menduduki posisi sebagai pelopor kelas buruh namun dapat menjadi pemicu peledak di masyarakat luas. menurutnya mahasiswa memiliki kewajiban menerjemahkan pengetahuan teoritis yang mereka peroleh dari universitas kedalam kritik-kritik radikal terhadap keadaan masyarakat sekarang dan tentunga relevan dengan mayoritas penduduk. mahasiswa harus berjuang didalam universitas dan dibalik itu untuk masyarakat yang menempatkan pendidikan untuk rakyat dibalik penumpukkan barang.