Malam pergantian tahun sebentar lagi akan terlewati dan sudah pasti akan ada pesta pora lagi,kemeriahan lagi, kembang api lagi dan kesenangan-kesenangan yang lainnya lagi seperti yang ter jadi ditahun-tahun sebelumnya yang menghabiskan dana ratusan juta rupiah dalam satu malam saja.sungguh luar biasa masyarakat kita, lantas pernahkah kita merenungi apa sebenarnya makna dari pesta pora dan kemeriahan-kemeriahan tersebut?
Coba kita lihat apa yang sedang terjadi dinegri kita?masih banyak orang-orang yang kelaparan,bencana terjadi disana-sini,busung lapar,kebodohan,PHK massal dan masih banyak lagi yang lainnya. sadarkah kita bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang menangis dan menjerit karena kemiskinan dan kelaparan. apakah kita tidak sadar kalau negri ini masih selalu menangis?
Kita tidak munafik kalau kita semua senang dengan kemeriahan,pesta pora dan lain sebagainya,tapi sadarkah kita kalau kita ini berlebihan,kita ini keterlaluan,kita tertawa terbahak-bahak,menari dengan suka cita diatas penderitaan saudara-saudara kita yang sampai detik ini menangis karena kelaparan dan bencana.
Kenapa...kenapa kita tidak mencoba untuk ikut merasakan penderitaan mereka,kesedihan mereka?!taukah kita kalau mereka sedang menangis melihat kita menari dan tertawa,sadarkah kita kalau mereka juga iri melihat kita tertawa?! lantas masih adilkah kalau kita tetap merencanakan pesta pora lagi,tegakah kita melihat air mata mereka bercucuran lagi?!
Coba tanyakan pada hati nurani kita,jika semua itu terjadi pada kita apakah kita masih mampu untuk tertawa,berpesta dan menari???berhentilah untuk berpesta,menari dan tertawa diatas penderitaan mereka.mulailah rangkul dan peluk mereka,cobalah hapus air matanya.beri mereka setetes air dan sesuap nasi dari berjuta-juta tangan yang masih mampu dinegri ini.yakinlah maka kita akan melihat senyum manis mereka.cobalah renungkan...karena renungan ini adalah renungan untuk negriku....
Selasa, 09 Desember 2008
CERITAKU TENTANG SI KUPU-KUPU MALAM (Sri Rezeqi Dwi H)
Pekerja/penjaja sex komersial yang dikenal dimasyarakat kita dengan sebutan PSK adalah sekumpulan wanita-wanita yang terbuang dari lingkungan sosial dan dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat. wanita-wanita tersebut dipandang seperti sampah atau kuman yang bau yang harus segera dibuang jauh-jauh supaya tidak menimbulkan banyak penyakit dilingkungan masyarakat. jadi tidak heran kalau dinegri ini banyak lokalisasi, karna ini satu-satunya tempat yang bisa menampung mereka dan dianggap aman bagi mereka dalam menjalankan profesinya tanpa harus takut dikucilkan ooleh lingkungan dimana dia tinggal.
Pernahkah terlintas dibenak kita tentang alasan kenapa wanita-wanita ini harus menjalankan profesi sebagai penjaja sex komersial?mungkin hanya beberapa orang saja yang mau perduli,memikirkan dan mendengarkan alasan mereka sedangkan yang lainnya lebih memilih untuk menutup mata dan telinga dan seakan tidak perduli dengan keberadaan mereka.
Memang cukup dilema bagi kita, disatu sisi kita prihatin dengan kondisi masyarakat yang seperti ini tapi disis lain agama membatasi kita untuk menerima alasan orang-orang yang mencari nafkah dengan jalan zina. saya punya pengalaman beberapakali masuk lokalisasi untuk riset kuliah saya jadi sedikit banyak saya punya cerita tentang kondisi"si kupu-kupu malam" dan alasan mereka mengambil pekerjaan ini.mungkin ini bisa dijadikan pertimbangan kita dalam bersikap terhadap mereka.
Ada 2 lokalisasi yang cukup terkenal dikota"S" dan saya pernah masuk kedua lokalisasi tersebut. sebut saja lokalisasi"A" dan lokalisasi"B". disana saya menemui banyak sekali wanita dari yang sudah berumur sampai yang masih muda-muda.saya ga akan menyianyiakan kesempatan ini untuk tidak bertanya kepada mereka. memang tidak mudah untuk ngobrol atau sekedar bertanya pada mereka, selalu ada wajah sinis dan ketidak sukaan yang selalu mereka perlihatkan. namun dengan keyakinan dan beberapa pendekatan psikologis yang saya lakukan Alhamdulillah kesempatan buat ngobrolpun saya dapatkan.
Beberapa wanita yang saya temui bercerita tentang alasan mereka ada di lokalisasi tersebut, faktor kebutuhan ekonomi yang menduduki peringkat pertama alasan para PSK melakukan pekerjaan tersebut, ada juga yang beralasan karena ditipu oleh oknum-oknum yang menjanjikan pekerjaan sebagai penjaga toko atau pembantu rumah tangga. ada pula yang bekerja disitu karna dulu pernah diperkosa. cukup beragam alasan mereka, entah mereka jujur atau tidak cuma mereka dan Tuhan yang tahu.
Lantas saya mencoba mengajukan pertanyaan lagi, apakah keluarga,orang tua atau suami(tidak sedikit wanita-wanita disana berstatus seorang istri)mereka tahu tentang pekerjaan mereka?jawabannya beragam, ada yang jawab"orang tua saya ngga tau mba,mereka taunya saya kerja jadi penjaga toko.ya moga-moga aja mereka ga tau,kasihan mba kalau mereka tau pasti malu" ada juga yang jawab "suami saya tahu,tapi mau gimana lagi suami saya nganggur terus anak saya banyak ya terpaksa saya kerja ginian dari pada anak-anak saya mati kelaparan,lagian kerjaan kaya'gini gampang dapet duitnya". dan tidak sedikit yang bercerita "mba saya dijebak,saya di iming-imingi pekerjaan dikota katanya kerjaannya ga susah cuma jadi pengantar minuman dan gajinya besar.e..alah tau-taunya malah saya disuruh nemenin laki-laki tidur.sampai sekarang orang tua saya ga tau,kalau mereka sampai tau walah bisa habis saya dibunuh bapakku.makanya saya ga pernah pulang,palinh-paling tiap bulan kirim wesel kerumah."
Sungguh menyedihkan mendengar cerita mereka,apa lagi saya berhadapan langsung dengan mereka,bisa dibayangkan bagaimana perasaan yang berkecamuk dihati saya?!ada rasa sakit yang luar biasa dihati saya melihat "saudara-saudara"perempuan kita melakukan pekerjaan seperti ini. tiba-tiba timbul rasa marah,benci dan kecewa.kenapa harga diri wanita dihargai begitu murahnya dimata laki-laki hidung belang.maaf saya tidak bermaksud mendeskriditkan semua laki-laki,tapi saya punya alasan yang cukup kuat untuk mengatakan hal tersebut,ibaratnya sebuah produksi kalau tidak adak konsumennya pasti produksi tersebut akan dihentikan.sama dengan PSK kalau tidak adak laki-laki hidung belang yang menjadi konsumennya maka"melacur" bukan dijadikan alternatif pekerjaan bagi wanita-wanita yang putus asa.
Memang tidak semua laki-laki itu hidung belang,jadi bagi anda kaum adam yang tidak ingin masuk golongan laki-laki hidung belang maka setialah pada istri anda,atau bagi remaja jagalah kesucian pacar-pacar kamu karna ini sebagai salah satu cara untuk menyelamatkan wanita-wanita dari perbuatan zina.
Ada cerita lucu dari perjalananku di lokalisasi, jadi saya pergi kelokalisasi dengan beberapa teman ketika salah satu teman saya mengetuk pintu rumah keluar seorang perempuan paruh baya dan dia langsung menyodorkan pertanyaan"mau cari kerja ya,kamu masih perawan?wah pasti nanti duitmu banyak"spontan aja teman saya bilang"engga bu,saya cuma mau nanya aja"hahaha....kami tertawa terbahak-bahak ketika teman kita menceritakan tentang pengalamannya itu.
Dari cerita-cerita diatas mungkin bisa dijadikan pengalaman buat kita dan bisa dijadikan pertimbangan buat anda dan saya dalam menilai seorang PSK.mereka juga manusia sama seperti kita yang bisa juga lemah dihadapan kemiskinan dan kesulitan ekonomi.seharusnya kita tidak boleh membenci dan mengucilkannya,tapi kita harus membantunya untuk bisa keluar dari pekerjaan tersebut. saya yakin banyak cara yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka kembali ketengah-tengah masyarakat lagi tanpa harus mengucilkannya. semoga kita menjadi orang pertama yang bisa membawa saudara-saudara perempuan kita kembali kejalan yang benar.
Pernahkah terlintas dibenak kita tentang alasan kenapa wanita-wanita ini harus menjalankan profesi sebagai penjaja sex komersial?mungkin hanya beberapa orang saja yang mau perduli,memikirkan dan mendengarkan alasan mereka sedangkan yang lainnya lebih memilih untuk menutup mata dan telinga dan seakan tidak perduli dengan keberadaan mereka.
Memang cukup dilema bagi kita, disatu sisi kita prihatin dengan kondisi masyarakat yang seperti ini tapi disis lain agama membatasi kita untuk menerima alasan orang-orang yang mencari nafkah dengan jalan zina. saya punya pengalaman beberapakali masuk lokalisasi untuk riset kuliah saya jadi sedikit banyak saya punya cerita tentang kondisi"si kupu-kupu malam" dan alasan mereka mengambil pekerjaan ini.mungkin ini bisa dijadikan pertimbangan kita dalam bersikap terhadap mereka.
Ada 2 lokalisasi yang cukup terkenal dikota"S" dan saya pernah masuk kedua lokalisasi tersebut. sebut saja lokalisasi"A" dan lokalisasi"B". disana saya menemui banyak sekali wanita dari yang sudah berumur sampai yang masih muda-muda.saya ga akan menyianyiakan kesempatan ini untuk tidak bertanya kepada mereka. memang tidak mudah untuk ngobrol atau sekedar bertanya pada mereka, selalu ada wajah sinis dan ketidak sukaan yang selalu mereka perlihatkan. namun dengan keyakinan dan beberapa pendekatan psikologis yang saya lakukan Alhamdulillah kesempatan buat ngobrolpun saya dapatkan.
Beberapa wanita yang saya temui bercerita tentang alasan mereka ada di lokalisasi tersebut, faktor kebutuhan ekonomi yang menduduki peringkat pertama alasan para PSK melakukan pekerjaan tersebut, ada juga yang beralasan karena ditipu oleh oknum-oknum yang menjanjikan pekerjaan sebagai penjaga toko atau pembantu rumah tangga. ada pula yang bekerja disitu karna dulu pernah diperkosa. cukup beragam alasan mereka, entah mereka jujur atau tidak cuma mereka dan Tuhan yang tahu.
Lantas saya mencoba mengajukan pertanyaan lagi, apakah keluarga,orang tua atau suami(tidak sedikit wanita-wanita disana berstatus seorang istri)mereka tahu tentang pekerjaan mereka?jawabannya beragam, ada yang jawab"orang tua saya ngga tau mba,mereka taunya saya kerja jadi penjaga toko.ya moga-moga aja mereka ga tau,kasihan mba kalau mereka tau pasti malu" ada juga yang jawab "suami saya tahu,tapi mau gimana lagi suami saya nganggur terus anak saya banyak ya terpaksa saya kerja ginian dari pada anak-anak saya mati kelaparan,lagian kerjaan kaya'gini gampang dapet duitnya". dan tidak sedikit yang bercerita "mba saya dijebak,saya di iming-imingi pekerjaan dikota katanya kerjaannya ga susah cuma jadi pengantar minuman dan gajinya besar.e..alah tau-taunya malah saya disuruh nemenin laki-laki tidur.sampai sekarang orang tua saya ga tau,kalau mereka sampai tau walah bisa habis saya dibunuh bapakku.makanya saya ga pernah pulang,palinh-paling tiap bulan kirim wesel kerumah."
Sungguh menyedihkan mendengar cerita mereka,apa lagi saya berhadapan langsung dengan mereka,bisa dibayangkan bagaimana perasaan yang berkecamuk dihati saya?!ada rasa sakit yang luar biasa dihati saya melihat "saudara-saudara"perempuan kita melakukan pekerjaan seperti ini. tiba-tiba timbul rasa marah,benci dan kecewa.kenapa harga diri wanita dihargai begitu murahnya dimata laki-laki hidung belang.maaf saya tidak bermaksud mendeskriditkan semua laki-laki,tapi saya punya alasan yang cukup kuat untuk mengatakan hal tersebut,ibaratnya sebuah produksi kalau tidak adak konsumennya pasti produksi tersebut akan dihentikan.sama dengan PSK kalau tidak adak laki-laki hidung belang yang menjadi konsumennya maka"melacur" bukan dijadikan alternatif pekerjaan bagi wanita-wanita yang putus asa.
Memang tidak semua laki-laki itu hidung belang,jadi bagi anda kaum adam yang tidak ingin masuk golongan laki-laki hidung belang maka setialah pada istri anda,atau bagi remaja jagalah kesucian pacar-pacar kamu karna ini sebagai salah satu cara untuk menyelamatkan wanita-wanita dari perbuatan zina.
Ada cerita lucu dari perjalananku di lokalisasi, jadi saya pergi kelokalisasi dengan beberapa teman ketika salah satu teman saya mengetuk pintu rumah keluar seorang perempuan paruh baya dan dia langsung menyodorkan pertanyaan"mau cari kerja ya,kamu masih perawan?wah pasti nanti duitmu banyak"spontan aja teman saya bilang"engga bu,saya cuma mau nanya aja"hahaha....kami tertawa terbahak-bahak ketika teman kita menceritakan tentang pengalamannya itu.
Dari cerita-cerita diatas mungkin bisa dijadikan pengalaman buat kita dan bisa dijadikan pertimbangan buat anda dan saya dalam menilai seorang PSK.mereka juga manusia sama seperti kita yang bisa juga lemah dihadapan kemiskinan dan kesulitan ekonomi.seharusnya kita tidak boleh membenci dan mengucilkannya,tapi kita harus membantunya untuk bisa keluar dari pekerjaan tersebut. saya yakin banyak cara yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka kembali ketengah-tengah masyarakat lagi tanpa harus mengucilkannya. semoga kita menjadi orang pertama yang bisa membawa saudara-saudara perempuan kita kembali kejalan yang benar.
Langganan:
Postingan (Atom)
